Sabtu, 23 April 2022

Nahkodai GMNI Probolinggo, Bung Dion Optimalkan Kaderisasi Internal dan Eksternal


Dwi Joko Hardiono saat memberikan sambutan usai terpilih sebagai Ketua DPC GMNI Probolinggo periode 2022-2024
DPC GMNI PROBOLINGGO - Gelaran Konfercab IV Dewan Pimpinan Cabang Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (DPC GMNI) usai. Konfercab pada Sabtu, (23/04/2022) memutuskan Dwi Joko Hardiono dan Fiki Andrian sebagai Ketua dan Sekretaris DPC GMNI Probolinggo 2022-2024.

Konfercab IV digelar di aula Kantor KPU Jalan Raya Panglima Sudirman. Dihadiri 4 DPK, konfercab digelar dengan tema "Terwujudnya GMNI Probolinggo Raya Bersatu dengan Semangat Tri Sakti Bung Karno".

Dalam pembukaan tersebut, Bung Eko Yudianto Yunus selalu perwakilan PA GMNI Probolinggo Raya menegaskan, Konfercab sebagai mekanisme organisasi yang harus dilakukan sesuai AD/ART. 

"Dalam kesempatan ini, merupakan momentum untuk terus bergerak secara masif dan progresif bagi DPC GMNI Probolinggo termasuk untuk DPK. Sehingga manfaatkan koniini, sebagai ajang meningkatkan peran dan fungsi struktural," jelas Dosen Universitas Panca Marga ini. 



Kolaborasi dan Sinergitas antar kader harus terus dibangun. Tidak hanya internal, namun juga eksternal dengan organisasi kepemudaan lainnya. 

Setelah dilakukan mekanisme persidangan, akhirnya secara aklamasi lahir sebuah keputusan. Dwi Joko Hardiono dan Fiki Andrian terpilih sebagai Ketua dan Sekretaris DPC GMNI Probolinggo periode 2022-2024.

Dalam sambutannya, Bung Dion sapaan akrabnya menegaskan, bahwa tantangan ke depan GMNI akan semakin kompleks. Saat ini, pihaknya akan memperbaiki struktural khususnya secara internal termasuk eksternal. 

"Ada beberapa program yang saat ini menjadi prioritas. Diantaranya internal maupun eksternal, sehingga kemudian akan mampu menciptakan program yang berpihak pada kaum Marhaen," ucapnya. 

Pihaknya berharap, agar semua pihak bisa sama-sama bergotong royong dan saling bersinergi untuk menciptakan GMNI Probolinggo khususnya lebih baik lagi ke depan

Ia juga berterima kasih atas terselenggaranya konfercab IV. Termasuk dukungan PAN GMNI Probolinggo Raya maupun pihak yang lain yang ikut mendukung.(Drw)

Jumat, 11 Desember 2020

Kuatkan Kaderisasi, GMNI Probolinggo Kembali Gelar KTD




Probolinggo-DPC Gerakan Mahasiswa Nasional Indonesia (GMNI) Probolinggo kembali menggelar kaderisasi tingkat dasar (KTD). Melalui KTD oleh DPK gabungan itu, diharapkan bisa menciptakan kader yang potensial dalam menghadapi tantangan di tengah pandemi COVID-19. 

KTD tersebut, dilaksanakan di Aula Dekopinda, Kecamatan Dringu, Kabupaten Probolinggo. Dilaksanakan dua hari, KTD dimulai sejak tanggal 12-13 Desember 2020.

Pelaksanaan KTD tersebut, bertemakan "Mencetak Kader Bangsa yang Berwawasan Nasionalis, Progresif dan Revolusioner" dengan tujuan menjawab tantangan ideologi Bangsa ke depan.

Dalam rangkaian acara dimulai dengan Menyanyikan Lagu Indonesia Raya, Menyanyikan Hymne dan Mars GMNI, Laporan Ketua Pantia, Sambutan Ketua DPC GMNI Probolinggo dan di buka oleh perwakilan Persatuan Alumni GMNI Probolingo yakni Muhammad Derajad.



Acara yang di konsep lesehan ini diikuti oleh 20 calon kader dari Universitas Panca Marga dan Universitas Nurul Jadid, dengan harapan selama mengikuti materi yang disampaikan nanti bisa dijadikan pelajaran untuk kedepannya.

Materi yang disampaikan meliputi Ke-organisasian yang diisi oleh Komisioner KPU Kota Probolinggo (Muhammad Derajad) Nasionalisme oleh (Bung Rahmad) Marhaenisme oleh (ketua DPC Sarinah Yasinta) Falsafah Pancasila (Eko Yudianto Yunus) Dosen FISIP UPM.

Selain itu, juga dilengkapi materi Empat Kutub Ideologi (DPD GMNI Jawa Timur Bung Mas'ud) Ke-Gmni an (Sarinah Riska) dan Islam Moderat oleh (Gus Fayyadl) salah satu pengurus pondok Nurul Jadid.

Menurut Ketua DPC GMNI Probolinggo Yasinta Rizki Permatasari, dalam wawancaranya mengatakan bahwa tantangan ideologi bangsa ke depan harus terus diantisipasi dengan penguatan penguatan ideologi kebangsaan yaitu nasionalisme beberapa ormas radikal yang selalu berevolusi harus kita jegal karena ideologi Pancasila sudah final tak bisa di rubah lagi

"Gerakan intoleransi yang menyusup pada organisasi menunjukkan meraka bukanlah seorang yang nasionalis. Persoalan inilah yang harus kita hadapi dan kita lawan", ujarnya.

Sementara itu, dalam sambutannya PA GMNI Probolinggo Muhammad Derajat meminta, kader-kader harus siap berjuang di tengah pandemi COVID-19. Peran kader sangat dibutuhkan untuk saat ini.

"Yang pertama saya ucapkan selamat bergabung di GMNI. Kalian diciptakan sebagai pemimpin, peran kalian dibutuhkan untuk menjawab tantangan di tengah pandemi COVID-19 ini,"kelas mantan Pengurus DPP GMNI ini.

Meski di tengah pandemi COVID-19, pelaksanaan KTD tetap menggunakan protokol kesehatan. (Yas/Den)

Minggu, 04 Oktober 2020

Kobaran Kepalsuan

Kobaran Kepalsuan



Kasus kebenaran dihilangkan
Wajah-wajah senang bertebaran di jalan
Penunggang hilang dipelukan uang
Tawa meledak dalam pameran kebakaran

Habis sudah, negeri belum benar merdeka
Dari tradisi korupsi semakin eksistensi
Perkosa negara alasan jual nama di istana
Yang tak ikutan tetap kena hasut juga

Kita terlena! sudah miskin kena copet pula
Hidup menang suara akan bakalan kaya
Dan yang jujur dibuat tak lagi mujur
Andalan dukun-dukun paling manjur

Kita yang muda tak bisa angkat bicara
Dikit-dikit pasal mengancam telinga
Tuhan, kami harus apa bila mereka sama?
Telat pajak didenda, tapi koruptor merajalela

Susah sudah, mereka tak bisa lagi dipercaya!